Blog
Mengenal Macam-Macam Jerawat dan Faktor Pemicunya
Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum dialami banyak orang, mungkin termasuk kamu. Seringkali, kita menyebut semua benjolan merah atau bintik di wajah sebagai “jerawat”. Padahal, dunia jerawat jauh lebih kompleks dari itu. Tidak semua benjolan diciptakan sama, dan memahami perbedaan di antara mereka adalah langkah pertama yang paling krusial untuk menemukan penanganan yang paling efektif.
Menganggap semua masalah ini sama hanya akan berujung pada perawatan yang tidak tepat sasaran, bahkan bisa memperparah kondisi kulit. Di Pherovskin, kami percaya bahwa pengetahuan adalah kunci utama untuk kulit sehat. Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan mengupas tuntas berbagai jenis jerawat, mengenali ciri-cirinya, dan menyelami apa saja penyebab jerawat agar kamu bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Apa Sih Sebenarnya Jerawat Itu?

Sebelum kita menyelami macam-macam jerawat, mari kita pahami dulu mekanisme dasar terbentuknya jerawat. Pada dasarnya, jerawat muncul ketika folikel rambut atau yang biasa kita sebut pori-pori tersumbat. Penyumbatan ini terjadi akibat kombinasi dari tiga faktor utama:
- Produksi Sebum Berlebih: Sebum adalah minyak alami yang diproduksi oleh kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, ketika produksinya berlebihan, sebum ini bisa menumpuk dan menyumbat pori-pori.
- Penumpukan Sel Kulit Mati: Kulit kita secara alami melakukan regenerasi dengan melepaskan sel-sel kulit mati. Terkadang, proses ini tidak berjalan lancar, sehingga sel kulit mati menumpuk, bercampur dengan sebum, dan membentuk sumbatan.
- Bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes): Bakteri ini sebenarnya normal ada di kulit kita. Namun, ketika pori-pori tersumbat dan menjadi lingkungan yang minim oksigen, bakteri ini akan berkembang biak dengan cepat dan memicu respons peradangan dari tubuh.
Kombinasi dari ketiga faktor inilah yang menjadi cikal bakal dari berbagai jenis jerawat yang akan kita bahas.
Dua Kategori Besar Jerawat: Non-Inflamasi vs Inflamasi

Secara umum, semua jenis jerawat dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar berdasarkan ada atau tidaknya peradangan.
- Jerawat Non-Inflamasi (Tidak Meradang): Ini adalah bentuk jerawat yang paling ringan. Terjadi ketika pori-pori tersumbat, namun tidak ada infeksi bakteri yang signifikan sehingga tidak menimbulkan kemerahan, bengkak, atau rasa nyeri. Yang termasuk dalam kategori ini adalah komedo.
- Jerawat Inflamasi (Meradang): Ini adalah jenis jerawat yang lebih mengganggu. Terjadi ketika bakteri P. acnes berkembang biak di dalam pori-pori yang tersumbat. Sistem imun tubuh merespons dengan mengirimkan sel darah putih untuk melawannya, sehingga timbul gejala peradangan seperti kemerahan, bengkak, nyeri, dan kadang berisi nanah.
Mengenal Jenis Jerawat Non-Inflamasi (Komedo)

Komedo adalah bentuk penyumbatan pori-pori yang paling dasar. Meskipun tidak meradang, jika tidak ditangani dengan baik, komedo bisa berkembang menjadi jenis jerawat yang lebih parah.
- Komedo Putih (Whitehead / Closed Comedo)
- Seperti Apa Bentuknya? Benjolan kecil berwarna putih atau sewarna kulit. Disebut closed comedo karena pori-pori tersumbat sepenuhnya, menjebak sebum dan sel kulit mati di bawah permukaan kulit.
- Cara Mengatasinya: Kunci utamanya adalah kesabaran. Jangan pernah mencoba memencetnya, karena ini bisa mendorong sumbatan lebih dalam dan memicu peradangan. Gunakan produk eksfoliasi yang mengandung BHA (seperti Salicylic Acid) yang dapat menembus minyak dan membersihkan pori-pori dari dalam.
- Komedo Hitam (Blackhead / Open Comedo)
- Seperti Apa Bentuknya? Bintik-bintik hitam kecil di permukaan kulit, sering ditemukan di area hidung. Disebut open comedo karena sumbatan terjadi di pori-pori yang bagian atasnya terbuka.
- Mengapa Warnanya Hitam? Banyak yang salah sangka bahwa warna hitam ini adalah kotoran. Faktanya, warna hitam tersebut muncul karena campuran sebum dan sel kulit mati di dalam pori-pori teroksidasi saat terpapar udara.
- Cara Mengatasinya: Sama seperti komedo putih, eksfoliasi rutin sangat membantu. Penggunaan clay mask juga efektif untuk menyerap kelebihan minyak dan mengangkat sumbatan.
Waspadai Jenis Jerawat Inflamasi (Jerawat Meradang)

Ini adalah macam-macam jerawat yang seringkali membuat kita tidak percaya diri. Penanganannya pun harus lebih hati-hati.
- Papula (Papule)
- Seperti Apa Bentuknya? Benjolan kecil yang padat, kemerahan, dan biasanya terasa agak nyeri saat disentuh. Papula tidak memiliki puncak nanah.
- Penyebabnya: Ini terjadi ketika dinding folikel rambut pecah akibat tekanan dari sumbatan, memungkinkan bakteri menyebar dan memicu peradangan.
- Cara Mengatasinya: Ini adalah jerawat yang paling “terlarang” untuk dipencet karena tidak ada nanah untuk dikeluarkan. Memencetnya hanya akan memperparah peradangan. Gunakan spot treatment atau obat totol jerawat yang mengandung bahan anti-bakteri dan anti-inflamasi.
- Pustula (Pustule)
- Seperti Apa Bentuknya? Sangat mirip dengan papula (benjolan merah), namun memiliki puncak berwarna putih atau kekuningan yang berisi nanah. Inilah yang sering kita sebut “jerawat matang”.
- Penyebabnya: Pustula adalah perkembangan dari papula. Nanah tersebut adalah campuran dari sel darah putih yang mati, bakteri, dan sel kulit mati sebagai hasil dari perlawanan tubuh terhadap infeksi.
- Cara Mengatasinya: Meskipun terlihat “menggoda”, sebaiknya hindari memencet pustula. Jika pecah secara tidak steril, bakteri bisa menyebar dan memicu jerawat baru. Biarkan pecah dengan sendirinya atau gunakan acne patch.
- Nodul (Nodule)
- Seperti Apa Bentuknya? Benjolan yang besar, keras, padat, dan terletak jauh di bawah permukaan kulit. Biasanya sangat nyeri bahkan tanpa disentuh dan bisa bertahan selama berminggu-minggu.
- Penyebabnya: Ini adalah bentuk jerawat yang parah di mana peradangan terjadi jauh di dalam lapisan dermis kulit.
- Cara Mengatasinya: Jerawat nodul tidak bisa diatasi dengan produk skincare biasa. Memaksakan untuk memencetnya hampir pasti akan meninggalkan bekas luka permanen (bopeng). Jenis jerawat ini harus ditangani oleh dokter kulit.
- Kistik atau Jerawat Batu (Cystic Acne)
- Seperti Apa Bentuknya? Ini adalah jenis jerawat yang paling parah. Bentuknya berupa benjolan besar seperti bisul, terasa lunak karena berisi cairan atau nanah, dan sangat meradang serta menyakitkan.
- Penyebabnya: Disebabkan oleh infeksi dan peradangan yang parah jauh di dalam lapisan kulit.
- Cara Mengatasinya: Sama seperti nodul, jerawat kistik wajib ditangani oleh seorang profesional atau dokter kulit. Jerawat ini memiliki risiko paling tinggi untuk meninggalkan bekas luka atrofi yang dalam.
Mengungkap Faktor Utama Penyebab Jerawat

Selain mekanisme penyumbatan pori-pori, ada banyak faktor pemicu yang bisa menjadi penyebab jerawat atau memperparah kondisinya.
- Hormon: Perubahan hormonal adalah pemicu utama, terutama saat pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, atau kondisi seperti PCOS. Hormon androgen dapat merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi lebih banyak sebum.
- Genetik: Jika kedua orang tuamu memiliki riwayat jerawat parah, kemungkinan kamu juga lebih rentan mengalaminya.
- Stres: Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang bisa memicu produksi minyak berlebih dan peradangan.
- Gaya Hidup: Kurang tidur, pola makan tinggi gula dan produk susu (pada sebagian orang), serta kebiasaan merokok dapat memengaruhi kesehatan kulit dan memicu jerawat.
- Produk Komedogenik: Penggunaan produk makeup atau skincare yang mengandung bahan-bahan yang dapat menyumbat pori-pori (comedogenic) bisa menjadi pemicu utama komedo dan jerawat.
Jangan Lupakan Bekasnya: Langkah Selanjutnya

Perjuangan melawan jerawat seringkali tidak berhenti saat benjolannya kempes. Terutama untuk jerawat meradang seperti pustula, nodul, dan kistik, mereka seringkali meninggalkan “kenang-kenangan” berupa noda kehitaman yang disebut Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH). Noda ini terbentuk akibat produksi melanin berlebih sebagai respons terhadap peradangan.
Untuk mengatasinya, kamu perlu tahu cara menghilangkan bekas jerawat hitam yang efektif dan aman. Kuncinya adalah menggunakan produk yang dapat membantu proses regenerasi kulit dan mencerahkan noda. Serum dengan bahan aktif pencerah seperti Niacinamide, Vitamin C, atau Alpha Arbutin bisa menjadi solusi. Kamu bisa mencoba Ageless Face Serum dari Pherovskin yang diformulasikan secara khusus untuk membantu memudarkan noda hitam, meratakan warna kulit, dan memperbaiki tekstur kulit pasca jerawat.
Dengan mengenali setiap jenis jerawat yang muncul di wajahmu, kamu bisa lebih bijak dalam memilih produk dan langkah perawatan. Ingat, penanganan yang tepat dimulai dari identifikasi masalah yang akurat. Dengan kesabaran dan konsistensi, kulit yang sehat dan bersih bukan lagi sekadar impian.
