Blog
7 Kesalahan Perawatan Kulit yang Membuat Wajah Tidak Sehat
Kamu sudah mengikuti semua tren terbaru, membeli produk yang sedang viral, dan rajin mengaplikasikan berlapis-lapis serum setiap hari. Namun alih-alih mendapatkan kulit impian yang sehat dan glowing, wajahmu justru semakin bermasalah—lebih sering iritasi, kusam, atau bahkan jerawat terus bermunculan. Jika ini terdengar familiar, mungkin masalahnya bukan pada produk yang kamu gunakan, melainkan pada cara kamu menggunakannya.
Dunia skincare memang penuh dengan informasi, namun tidak semuanya benar atau cocok untuk semua orang. Terjebak dalam kebiasaan yang salah adalah hal yang sangat umum, terutama bagi para pemula. Kesalahan memakai skincare ini seringkali tidak disadari namun memiliki dampak besar, secara perlahan menyabotase semua usahamu. Di Pherovskin, kami ingin membantumu mengidentifikasi dan memperbaiki kebiasaan-kebiasaan keliru ini. Mari kita bedah bersama kesalahan-kesalahan paling umum yang bisa membuat kulitmu bukannya sehat malah semakin rusak.
1. Over-Exfoliating: Ketika Niat Mencerahkan Justru Merusak

Ini adalah kesalahan skincare pemula yang paling sering terjadi. Tergiur dengan janji kulit yang super halus, cerah, dan bebas komedo secara instan, banyak orang yang akhirnya menggunakan produk eksfoliasi secara berlebihan. Baik itu menggunakan scrub fisik setiap hari, memakai toner AHA/BHA dengan konsentrasi tinggi terlalu sering, atau bahkan menggabungkan beberapa produk eksfoliasi sekaligus.
Mengapa Ini Berbahaya? Eksfoliasi memang penting untuk mengangkat sel kulit mati, namun melakukannya secara berlebihan sama saja dengan mengikis lapisan pelindung teratas kulitmu (skin barrier atau mantel asam) secara paksa. Bayangkan kamu terus-menerus mengamplas sebuah permukaan kayu; lama-kelamaan kayu tersebut akan menipis dan rapuh. Hal yang sama terjadi pada kulitmu.
Tanda-tanda Over-Exfoliating:
- Kulit terasa sangat kencang, kering, dan seperti ditarik.
- Muncul kemerahan dan iritasi yang tidak biasa.
- Kulit menjadi sangat sensitif dan terasa perih bahkan saat memakai produk yang biasanya cocok.
- Wajah terlihat sangat mengkilap seperti plastik, bukan glowing sehat.
- Jerawat justru semakin banyak bermunculan karena skin barrier rusak dan tidak mampu lagi melindungi diri dari bakteri.
Solusinya: Hentikan semua produk eksfoliasi selama setidaknya 2-4 minggu untuk memberikan waktu bagi kulit untuk pulih. Fokus pada rutinitas yang menenangkan dan memperbaiki skin barrier (dengan bahan seperti Ceramides, Panthenol, atau Centella Asiatica). Setelah kulit kembali normal, mulai kembali eksfoliasi secara perlahan, cukup 1-2 kali seminggu, dan pilih produk yang lembut.
2. Mengabaikan Sunscreen: Kesalahan Fatal yang Paling Utama

Kamu mungkin sudah memiliki serum Vitamin C terbaik atau krim retinol termahal, tetapi jika kamu tidak menggunakan sunscreen setiap pagi, semua itu nyaris sia-sia. Menganggap sunscreen hanya untuk ke pantai atau saat cuaca terik adalah kesalahan yang akan kamu sesali di kemudian hari.
Mengapa Ini Berbahaya? Sinar UV dari matahari adalah penyebab utama dari hampir 90% tanda-tanda penuaan dini, termasuk kerutan, garis halus, kulit kendur, dan noda hitam. Tanpa perlindungan, sinar UV akan merusak kolagen, memicu stres oksidatif, dan meningkatkan produksi melanin yang tidak merata. Lebih parahnya lagi, banyak bahan aktif pencerah dan anti-aging (seperti AHA, BHA, dan Retinol) yang membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap matahari. Menggunakannya tanpa diimbangi dengan proteksi sunscreen sama saja dengan membiarkan kulitmu “terbakar”.
Solusinya: Jadikan sunscreen sebagai langkah wajib yang tidak bisa ditawar dalam rutinitas pagimu. Gunakan setiap hari, tanpa peduli cuaca mendung atau kamu hanya berada di dalam ruangan. Pilih sunscreen dengan label “Broad-Spectrum” dan minimal SPF 30. Aplikasikan sebanyak dua ruas jari untuk wajah dan leher sebagai langkah terakhir dalam urutan skincare yang benar.
3. Salah Urutan Pemakaian Produk

Mengaplikasikan produk skincare dalam urutan yang salah tidak akan menyebabkan iritasi parah, namun akan membuat produkmu tidak bekerja secara efektif. Ini seperti mencoba memakai kaus setelah memakai jaket; sangat tidak efisien.
Mengapa Ini Berbahaya? Aturan dasar dalam skincare adalah mengaplikasikan produk dari tekstur yang paling cair (tipis) ke yang paling kental (tebal). Produk ringan seperti serum memiliki molekul kecil yang dirancang untuk meresap jauh ke dalam kulit. Jika kamu mengaplikasikan pelembap atau face oil yang kental terlebih dahulu, produk-produk tersebut akan membentuk lapisan oklusif yang menghalangi serum untuk bisa meresap. Akibatnya, serum mahalmu hanya akan “duduk” di permukaan tanpa memberikan manfaat apapun.
Solusinya: Hafalkan urutan dasar ini:
- Pembersih (Cleanser)
- Toner / Essence (Paling cair)
- Serum (Sedikit lebih kental)
- Pelembap (Moisturizer) (Lebih kental lagi)
- Sunscreen (Lapisan pelindung terluar di pagi hari)
4. Menggunakan Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit

Ini adalah kesalahan skincare pemula yang sangat fundamental. Tergoda oleh ulasan bagus atau kemasan yang menarik, banyak orang membeli produk tanpa mempertimbangkan apakah formulanya cocok untuk jenis kulit mereka.
Mengapa Ini Berbahaya? Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan yang berbeda. Menggunakan produk untuk kulit kering (yang kaya akan minyak dan emolien) pada kulit berminyak dapat dengan mudah menyumbat pori-pori dan memicu komedo serta jerawat. Sebaliknya, menggunakan pembersih untuk kulit berminyak (yang dirancang untuk mengontrol sebum) pada kulit kering dapat mengikis lapisan pelindung kulit dan menyebabkan kekeringan parah serta iritasi.
Solusinya: Luangkan waktu untuk mengenali jenis kulitmu terlebih dahulu (apakah kering, berminyak, kombinasi, atau sensitif). Setelah itu, selalu baca label dan deskripsi produk untuk memastikan produk tersebut memang diformulasikan untuk kebutuhan spesifik kulitmu.
5. Mencampur Bahan Aktif yang Tidak Seharusnya

Di era “skinimalism” yang mulai pudar dan digantikan oleh tren layering berbagai macam serum, risiko mencampur bahan aktif yang tidak kompatibel menjadi semakin besar. Niatnya ingin mendapatkan semua manfaat, hasilnya justru kulit yang meradang.
Mengapa Ini Berbahaya? Beberapa bahan aktif bisa saling meniadakan efektivitas satu sama lain jika digunakan bersamaan, atau lebih buruk lagi, bisa menciptakan kombinasi yang sangat mengiritasi. Contoh umum yang harus dihindari dalam satu waktu yang sama:
- Retinol dengan AHA/BHA: Keduanya adalah bahan yang sangat poten dan bisa sangat mengeringkan serta mengiritasi jika digabungkan.
- Retinol dengan Vitamin C (L-Ascorbic Acid): Bekerja pada pH yang berbeda, sehingga bisa saling mengurangi efektivitas.
- Vitamin C (L-AA) dengan AHA/BHA: Bisa menjadi terlalu asam untuk kulit dan memicu iritasi hebat.
Solusinya: Gunakan bahan-bahan ini di waktu yang berbeda. Misalnya, gunakan Vitamin C di pagi hari dan Retinol atau AHA/BHA di malam hari (pada hari yang berbeda). Jika kamu ragu, selalu cari informasi atau konsultasikan dengan ahli. Aturan terbaik adalah: semakin sederhana, semakin baik.
6. Mengabaikan Area Leher dan Mata

Banyak orang yang sangat teliti merawat kulit wajah mereka, namun rutinitas tersebut berhenti tepat di garis rahang. Area leher, dada (décolletage), dan sekitar mata seringkali terlupakan.
Mengapa Ini Berbahaya? Kulit di area leher dan sekitar mata jauh lebih tipis dan rapuh dibandingkan kulit wajah. Area-area inilah yang seringkali menunjukkan tanda-tanda penuaan pertama kali. Mengabaikannya berarti kamu akan memiliki wajah yang tampak terawat namun leher yang kendur dan area mata yang penuh kerutan, menciptakan kontras yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Solusinya: Perlakukan leher dan dadamu sebagai perpanjangan dari wajahmu. Setiap produk yang kamu aplikasikan di wajah—mulai dari pembersih, serum, pelembap, hingga sunscreen—harus diaplikasikan juga hingga ke leher dan dada. Untuk area mata, pertimbangkan untuk menggunakan krim mata khusus yang diformulasikan untuk kulit yang lebih sensitif di area tersebut.
7. Mengharapkan Hasil Instan dan Terlalu Cepat Ganti Produk

Di dunia yang serba cepat, kita menginginkan hasil yang instan, termasuk dari skincare. Ketika sebuah produk tidak memberikan hasil dramatis dalam seminggu, kita cenderung menyerah dan beralih ke produk baru.
Mengapa Ini Berbahaya? Kulit membutuhkan waktu untuk beregenerasi. Siklus pergantian sel kulit rata-rata memakan waktu 28 hingga 40 hari. Artinya, untuk melihat hasil yang signifikan dari sebuah produk (terutama yang bekerja pada tingkat seluler seperti serum pencerah atau anti-aging), kamu perlu menggunakannya secara konsisten setidaknya selama 1-3 bulan. Terlalu cepat berganti produk tidak hanya membuang-buang uang, tetapi juga membuat kulitmu terus-menerus beradaptasi dengan formula baru, yang bisa memicu sensitivitas dan iritasi.
Solusinya: Bersabarlah dan berkomitmen. Pilih satu rutinitas yang sesuai dengan jenis kulitmu dan berikan waktu setidaknya 3 bulan untuk melihat hasilnya sebelum memutuskan apakah produk tersebut bekerja atau tidak.
Menghindari kesalahan memakai skincare ini akan membuat perbedaan besar dalam perjalananmu menuju kulit sehat. Ingatlah, perawatan kulit yang baik bukanlah tentang menggunakan banyak produk, melainkan menggunakan produk yang tepat dengan cara yang benar dan konsisten.
