Blog
Cara Mengatasi Bruntusan di Dahi: Penyebab dan Solusi Ampuh
Pernah nggak sih kamu merasa kesal saat meraba dahi dan merasakan tekstur kulit yang tidak rata seperti pasir? Yup, itulah yang namanya bruntusan. Kehadirannya seringkali datang tanpa diundang dan sukses bikin tingkat kepercayaan diri menurun drastis. Kamu mungkin sudah mencoba berbagai cara tapi bruntusan di dahi tetap setia menemani.
Tenang, kamu tidak sendirian! Bruntusan di dahi adalah masalah kulit yang sangat umum terjadi. Kabar baiknya, masalah ini sangat bisa diatasi. Pherovskin di sini untuk membantumu memahami secara mendalam apa saja penyebabnya dan tentu saja, memberikan panduan lengkap tentang cara menghilangkan bruntusan di dahi agar kulitmu kembali halus dan sehat.
Kenali Dulu, Apa Sih Sebenarnya Bruntusan di Dahi Itu?

Sebelum kita melangkah lebih jauh ke cara mengatasinya, penting untuk kenal lebih dekat dengan “musuh” kita ini. Bruntusan, atau yang sering disebut juga sebagai jerawat pasir, adalah kondisi di mana muncul bintik-bintik kecil dan banyak yang membuat permukaan kulit, terutama dahi, terasa kasar dan tidak mulus. Bruntusan ini sebenarnya adalah bentuk dari jerawat atau komedo tertutup (closed comedones).
Berbeda dengan jerawat biasa yang meradang, besar, dan kemerahan, bruntusan ukurannya lebih kecil dan warnanya seringkali sama dengan warna kulit atau sedikit kemerahan. Meski kecil, jumlahnya yang banyak di satu area membuatnya sangat terlihat dan mengganggu penampilan.
Mengungkap Berbagai Penyebab Bruntusan di Dahi yang Sering Tak Disadari

Untuk bisa menangani masalah hingga ke akarnya, kita harus tahu dulu sumber penyebab bruntusan itu sendiri. Penyebabnya bisa datang dari dalam tubuh maupun dari faktor eksternal di lingkungan sekitar kita. Yuk, kita bedah satu per satu!
Faktor Internal (Dari Dalam Tubuh)
Terkadang, apa yang terjadi di dalam tubuh kita tercermin langsung pada kondisi kulit. Berikut adalah beberapa pemicu bruntusan yang berasal dari dalam:
- Perubahan Hormon: Fluktuasi hormon, terutama saat pubertas, siklus menstruasi, atau kehamilan, dapat memicu kelenjar minyak (sebaceous) memproduksi sebum secara berlebihan. Sebum inilah yang jika bercampur dengan sel kulit mati bisa menyumbat pori-pori dan menjadi cikal bakal bruntusan.
- Stres yang Tidak Terkelola: Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol. Peningkatan hormon ini juga dapat memicu produksi minyak berlebih di wajah, yang akhirnya berkontribusi pada munculnya bruntusan.
- Pola Makan: Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti makanan manis, nasi putih, dan roti tawar dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan memicu jerawat. Begitu pula dengan konsumsi produk susu dan makanan berlemak secara berlebihan bagi sebagian orang.
Faktor Eksternal (Dari Luar)
Selain dari dalam, kebiasaan dan lingkungan sehari-hari juga punya andil besar sebagai penyebab bruntusan di dahi. Coba cek, mungkin salah satunya adalah kebiasaanmu.
- Penumpukan Sel Kulit Mati: Proses regenerasi kulit terjadi setiap hari, di mana sel kulit baru akan menggantikan sel kulit mati. Jika sel kulit mati ini tidak dibersihkan secara tuntas, ia akan menumpuk, menyumbat pori, dan menyebabkan bruntusan.
- Kebersihan Wajah Kurang Maksimal: Setelah seharian beraktivitas, debu, kotoran, sisa makeup, dan minyak menempel di wajah. Jika tidak dibersihkan dengan benar, semua kotoran ini akan menjadi penyebab utama pori-pori tersumbat.
- Produk Skincare & Makeup yang Tidak Cocok: Hati-hati dalam memilih produk! Produk yang bersifat comedogenic atau mengandung bahan yang bisa mengiritasi kulitmu bisa menjadi biang keladi munculnya bruntusan.
- Keringat Berlebih: Dahi adalah salah satu area yang mudah berkeringat. Keringat yang bercampur dengan minyak dan bakteri bisa dengan mudah menyumbat pori-pori jika tidak segera dibersihkan.
- Produk Perawatan Rambut: Sering pakai produk rambut seperti pomade, gel, atau hairspray? Residu produk ini bisa saja menempel di dahi, terutama jika kamu punya poni. Bahan-bahan dalam produk rambut seringkali bersifat comedogenic bagi kulit wajah.
Solusi Jitu dan Cara Menghilangkan Bruntusan di Dahi Hingga Tuntas

Setelah mengetahui berbagai penyebabnya, kini saatnya kita fokus pada solusinya. Mengatasi bruntusan membutuhkan konsistensi dan pemilihan produk yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.
Mulai dengan Basic Skincare yang Tepat
Fondasi dari kulit sehat adalah rutinitas basic skincare yang benar dan disiplin. Jangan meremehkan kekuatan dari langkah-langkah dasar ini dalam perjalananmu menemukan cara menghilangkan bruntusan di dahi.
- Double Cleansing adalah Kunci: Jangan pernah melewatkan tahap ini, terutama di malam hari. Mulailah dengan first cleanser (seperti cleansing oil atau micellar water) untuk mengangkat makeup, debu, dan sunscreen. Lanjutkan dengan second cleanser atau sabun cuci muka yang lembut untuk membersihkan sisa kotoran secara mendalam. Gunakan pembersih wajah yang lembut seperti Pherovskin Gentle Cleanser Facial Wash yang mampu membersihkan tanpa membuat kulit terasa kering atau tertarik.
- Hidrasi Kulit dengan Toner: Setelah mencuci muka, kulit membutuhkan hidrasi untuk mengembalikan keseimbangan pH-nya. Gunakan toner yang menghidrasi untuk menenangkan kulit dan mempersiapkannya menerima produk skincare selanjutnya. Kamu bisa mencoba Pherovskin Hydrating And Brightening Face Toner untuk memberikan kelembapan ekstra pada kulitmu.
- Jangan Lewatkan Pelembap: Banyak yang salah kaprah mengira kulit bruntusan dan berminyak tidak butuh pelembap. Justru sebaliknya! Kulit yang dehidrasi akan semakin banyak memproduksi minyak untuk mengompensasi. Gunakan pelembap bertekstur ringan dan non-comedogenic. Pherovskin merekomendasikan Owl Night Cream untuk menutrisi kulit di malam hari.
- Wajib Pakai Sunscreen Setiap Hari: Paparan sinar UV dapat memperburuk peradangan dan memicu produksi minyak berlebih. Lindungi kulitmu setiap pagi dengan sunscreen. Kamu bisa menggunakan Protect Glow Day Cream sebagai pelembap sekaligus pelindung dari sinar matahari.
Tingkatkan Perawatanmu dengan Eksfoliasi Rutin
Jika basic skincare adalah fondasi, maka eksfoliasi adalah salah satu pilar utamanya. Eksfoliasi adalah proses mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit. Inilah langkah krusial untuk membuka sumbatan pori, menghaluskan tekstur kulit, dan mengatasi bruntusan.
Ada dua jenis eksfoliasi: fisikal (scrub) dan kimiawi (chemical). Untuk bruntusan, eksfoliasi kimiawi dengan menggunakan bahan seperti AHA dan BHA lebih direkomendasikan karena bekerja lebih mendalam tanpa gesekan yang bisa menimbulkan iritasi.
- AHA (Alpha Hydroxy Acid): Seperti Glycolic Acid dan Lactic Acid, bekerja di permukaan kulit untuk meluruhkan sel kulit mati dan mencerahkan kulit. Pelajari lebih dalam tentang Asam Hidroksi Alfa (AHA) untuk memahami cara kerjanya.
- BHA (Beta Hydroxy Acid): Seperti Salicylic Acid, mampu larut dalam minyak sehingga bisa masuk ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan dari dalam. BHA sangat efektif untuk kulit berminyak dan bruntusan.
Kamu mungkin mencari produk seperti Exfoliating Toner Pherovskin untuk dimasukkan ke dalam rutinitasmu. Saat ini, fokus Pherovskin adalah pada hidrasi dan nutrisi. Namun, menggunakan produk eksfoliasi dari brand lain 1-3 kali seminggu, lalu melanjutkannya dengan Hydrating And Brightening Face Toner dari Pherovskin adalah kombinasi sempurna. Toner kami akan membantu menenangkan kulit, meredakan kemerahan, dan memberikan hidrasi yang hilang setelah proses eksfoliasi.
Peran Bahan Aktif Lainnya dalam Mengatasi Bruntusan
Selain eksfoliasi, beberapa bahan aktif skincare lainnya juga bisa menjadi pahlawan bagi kulitmu. Menggunakan serum yang ditargetkan dapat mempercepat proses penyembuhan bruntusan.
- Niacinamide: Membantu mengontrol produksi sebum, mengurangi peradangan, dan memperkuat skin barrier.
- Retinoid: Merupakan turunan Vitamin A yang sangat efektif untuk mempercepat regenerasi sel kulit dan membersihkan pori-pori. Gunakan dengan hati-hati dan mulai dari konsentrasi rendah.
Untuk membantu memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan dan menjaga keremajaannya setelah bruntusan mereda, kamu bisa menambahkan Pherovskin Ageless Face Serum ke dalam urutan skincare yang benar di malam hari.
Gaya Hidup Sehat, Pendukung Utama Kulit Mulus Bebas Bruntusan

Perawatan dari luar akan semakin optimal jika didukung dengan gaya hidup sehat dari dalam. Jangan sepelekan kebiasaan sehari-hari, karena dampaknya sangat besar bagi kesehatan kulitmu.
- Perhatikan Asupan Makanan: Kurangi konsumsi gula berlebih, makanan olahan, dan makanan cepat saji. Perbanyak makan sayur, buah, dan makanan kaya antioksidan.
- Minum Air Putih yang Cukup: Pastikan tubuhmu terhidrasi dengan baik dengan minum setidaknya 8 gelas air putih setiap hari. Kulit yang terhidrasi akan lebih seimbang produksi minyaknya.
- Kelola Stres dengan Baik: Cari cara sehat untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, membaca buku, atau melakukan hobi yang kamu sukai.
- Jaga Kebersihan Lingkungan: Rajin mengganti sarung bantal dan sprei, membersihkan layar ponsel, dan hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.
Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Jika kamu sudah mencoba berbagai cara di atas secara konsisten selama beberapa bulan namun kondisi bruntusan di dahi tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, ini saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter kulit atau ahli dermatologi. Dokter dapat memberikan diagnosis yang lebih akurat, mungkin saja bruntusanmu disebabkan oleh kondisi lain seperti fungal acne, dan meresepkan penanganan yang lebih kuat dan sesuai.
Dari Bruntusan ke Kulit Glowing: Rangkuman Perjalananmu

Menghadapi bruntusan memang butuh kesabaran dan konsistensi. Kunci utamanya adalah memahami penyebab bruntusan yang kamu alami dan menerapkan rutinitas perawatan yang tepat secara disiplin. Mulai dari pembersihan mendalam, eksfoliasi rutin, hidrasi yang cukup, hingga perlindungan dari sinar matahari adalah serangkaian cara menghilangkan bruntusan di dahi yang paling efektif.
Setelah bruntusan berhasil diatasi, terkadang ia meninggalkan “oleh-oleh” berupa noda kehitaman atau PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation). Namun, jangan khawatir, untuk mengatasinya, kamu bisa membaca panduan lengkap Pherovskin tentang cara menghilangkan bekas jerawat hitam. Dengan penanganan yang tepat, kulitmu tidak hanya akan bebas dari bruntusan, tapi juga cerah merata dan glowing. Semangat menuju kulit sehat idamanmu!
