Blog
Cara Menghilangkan Milia (Bintik Kecil Putih) di Bawah Mata
Pernah nggak sih, kamu perhatikan ada bintik-bintik kecil berwarna putih yang muncul di area wajah, terutama di sekitar atau bawah mata? Bintik ini terasa sedikit keras, tidak seperti jerawat, dan seringkali sulit untuk dihilangkan. Jika kamu mengalaminya, kemungkinan besar itu adalah milia.
Milia memang tidak berbahaya, tapi kemunculannya seringkali mengganggu penampilan dan bisa menurunkan kepercayaan diri. Banyak yang mengira ini adalah komedo putih atau jerawat batu, padahal keduanya sangat berbeda. Kabar baiknya, milia bisa diatasi dan dicegah. Artikel ini akan membahas tuntas mulai dari penyebab hingga cara menghilangkan milia yang efektif dan aman untuk kulitmu.
Apa Itu Milia Sebenarnya?

Sebelum kita melangkah lebih jauh ke cara mengatasinya, penting banget buat kamu untuk kenal lebih dekat dengan “musuh” yang satu ini. Memahami apa itu milia akan membantumu memilih penanganan yang paling tepat dan tidak salah langkah.
Bintik Mutiara yang Bukan Jerawat
Milia adalah kista kecil (tiny cysts) yang terbentuk ketika serpihan sel kulit mati atau protein bernama Keratin terjebak di bawah lapisan kulit. Tidak seperti jerawat yang biasanya melibatkan bakteri dan peradangan (nanah), milia hanya berisi keratin yang mengeras. Inilah sebabnya milia terasa lebih padat dan tidak memiliki “mata” seperti jerawat.
Karena tidak ada hubungannya dengan bakteri atau pori-pori yang meradang seperti komedo, cara penanganannya pun berbeda. Jika kamu mencoba memencetnya seperti jerawat, yang ada hanya akan merusak jaringan kulit dan berisiko menimbulkan bekas luka.
Siapa Saja yang Bisa Mengalami Milia?
Jawabannya: hampir semua orang. Milia bisa muncul pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Bahkan bayi yang baru lahir pun bisa memiliki milia (dikenal sebagai milia neonatorum), namun biasanya akan hilang dengan sendirinya. Pada orang dewasa, milia cenderung lebih persisten dan membutuhkan penanganan khusus untuk menghilangkannya.
Kenali Penyebab Milia Muncul di Wajah

Mengetahui pemicu atau penyebab milia adalah langkah pertama untuk pencegahan. Dengan begitu, kamu tidak hanya fokus menghilangkan yang sudah ada, tapi juga mencegahnya datang kembali. Berikut adalah beberapa penyebab milia yang paling umum:
- Penumpukan Sel Kulit Mati
Ini adalah penyebab utama. Kulit kita secara alami beregenerasi dan melepaskan sel-sel kulit mati. Namun, terkadang proses ini tidak berjalan sempurna. Sel kulit mati yang tidak terangkat sepenuhnya dapat menyumbat kelenjar keringat dan menjebak keratin di bawahnya, sehingga terbentuklah milia. Oleh karena itu, memahami urutan skincare yang benar sangatlah penting untuk memastikan kulit bersih maksimal. - Kerusakan Akibat Sinar Matahari Kronis
Paparan sinar UV berlebih dapat merusak kulit dan membuatnya menjadi lebih tebal serta kasar. Kondisi ini mempersulit proses pelepasan sel kulit mati secara alami, sehingga meningkatkan risiko keratin terperangkap dan memicu munculnya milia. - Penggunaan Produk Skincare yang Salah
Beberapa produk perawatan kulit atau kosmetik, terutama yang bersifat comedogenic atau terlalu pekat (heavy), dapat menyumbat pori-pori. Penggunaan krim mata atau pelembap yang terlalu kaya untuk jenis kulitmu di area tertentu bisa menjadi salah satu penyebab milia. - Kurangnya Eksfoliasi
Jika kamu jarang melakukan eksfoliasi, sel-sel kulit mati akan semakin menumpuk. Eksfoliasi membantu mempercepat proses pengangkatan sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan mencegah keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. - Kondisi Medis atau Cedera Kulit
Milia juga bisa muncul sebagai akibat dari kondisi lain (milia sekunder). Misalnya, setelah kulit mengalami cedera, luka bakar, lecet, atau akibat penggunaan krim steroid dalam jangka panjang.
Cara Menghilangkan Milia yang Aman dan Efektif

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling kamu tunggu-tunggu! Setelah mengetahui apa itu milia dan penyebabnya, saatnya membahas cara menghilangkannya. Ingat, kunci utamanya adalah kesabaran dan konsistensi, ya!
1. Jangan Pernah Memencet Milia Sendiri!
Ini adalah aturan nomor satu yang tidak boleh dilanggar. Seperti yang sudah Pherovskin jelaskan, milia bukanlah jerawat. Milia tidak memiliki jalan keluar ke permukaan kulit. Memencetnya secara paksa hanya akan menyebabkan trauma pada kulit, peradangan, infeksi, bahkan bisa meninggalkan bekas luka yang lebih sulit dihilangkan. Proses penyembuhan bekas luka ini mirip dengan tantangan dalam cara menghilangkan bekas jerawat hitam, jadi lebih baik dihindari sejak awal.
2. Bangun Rutinitas Skincare yang Tepat
Ini adalah cara menghilangkan milia dari rumah yang paling aman dan mendasar. Fokus pada produk dan kebiasaan yang mendukung regenerasi kulit dan menjaga pori-pori tetap bersih. Berikut adalah rutinitas skincare untuk milia yang bisa kamu terapkan:
- Lakukan Double Cleansing Setiap Malam: Pastikan tidak ada sisa makeup, kotoran, atau sunscreen yang menempel di wajah. Gunakan pembersih berbahan dasar minyak atau balm terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan sabun cuci muka yang lembut seperti Gentle Cleanser Facial Wash untuk memastikan kulit benar-benar bersih.
- Eksfoliasi Secara Teratur: Ini adalah langkah krusial. Gunakan eksfolian kimia (chemical exfoliant) yang mengandung AHA (seperti Glycolic Acid, Lactic Acid) atau BHA (Salicylic Acid). Bahan-bahan ini bekerja dengan melarutkan “lem” yang mengikat sel kulit mati, sehingga lebih mudah terangkat. Kamu bisa mulai dengan frekuensi 2-3 kali seminggu. Memahami berbagai bahan aktif skincare akan sangat membantumu.
- Gunakan Toner yang Menghidrasi: Setelah eksfoliasi, kulit membutuhkan hidrasi kembali. Hydrating And Brightening Face Toner dapat membantu menyeimbangkan pH kulit dan mempersiapkannya untuk produk selanjutnya.
- Pilih Serum dengan Bahan Aktif Tepat: Pertimbangkan untuk menggunakan serum yang mengandung retinol atau turunannya. Retinol dikenal sangat efektif dalam mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah penyumbatan pori. Ageless Face Serum bisa menjadi pilihan untuk membantu proses regenerasi kulitmu.
- Wajib Pakai Sunscreen Setiap Hari: Untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV yang bisa memicu milia, jangan pernah melewatkan sunscreen. Gunakan Protect Glow Day Cream dengan SPF yang cukup setiap pagi, bahkan saat cuaca mendung atau kamu lebih banyak di dalam ruangan.
3. Perawatan Profesional oleh Dokter Kulit
Jika milia tidak kunjung hilang setelah melakukan rutinitas skincare yang tepat selama beberapa bulan, atau jika jumlahnya sangat banyak dan mengganggu, berkonsultasi dengan dokter kulit adalah pilihan terbaik. Dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa tindakan seperti:
- Ekstraksi: Dokter akan menggunakan jarum steril yang sangat kecil untuk membuat lubang kecil di atas milia dan mengeluarkan keratin yang terperangkap.
- Retinoid Resep: Dokter bisa meresepkan krim retinoid dengan konsentrasi yang lebih tinggi untuk mempercepat pengelupasan kulit.
- Chemical Peeling: Prosedur ini menggunakan larutan kimia dengan konsentrasi tinggi untuk mengelupas lapisan kulit terluar.
- Laser Ablatif: Menggunakan laser untuk menghilangkan lapisan kulit tempat milia berada.
Tips Tambahan untuk Mencegah Milia Datang Kembali

Menghilangkan milia itu satu hal, tapi mencegahnya datang lagi itu hal lain yang tak kalah penting. Berikut beberapa tips pencegahan yang bisa kamu lakukan:
- Pilih produk non-comedogenic: Pastikan produk makeup dan skincare yang kamu gunakan memiliki label “non-comedogenic”, yang artinya tidak akan menyumbat pori-pori.
- Gunakan pelembap yang ringan: Sesuaikan tekstur pelembap dengan jenis kulitmu. Untuk area sekitar mata, pilih krim mata yang diformulasikan khusus dan tidak terlalu berat. Owl Night Cream bisa menjadi pilihan pelembap malam yang membantu menutrisi tanpa membebani kulit.
- Lindungi area mata dengan kacamata hitam: Selain sunscreen, menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan dapat memberikan perlindungan ekstra dari sinar UV.
- Jaga kebersihan sarung bantal dan handuk: Gantilah sarung bantal dan handuk secara berkala untuk menghindari penumpukan bakteri dan minyak yang bisa berpindah ke wajah.
Rangkuman Perawatan Milia: Boleh & Tidak Boleh Dilakukan

Untuk memudahkanmu, Pherovskin sudah merangkum poin-poin penting dalam tabel sederhana di bawah ini. Ini adalah panduan cepat tentang apa yang harus dan tidak boleh kamu lakukan dalam menghadapi milia.
| Yang Boleh Dilakukan (Do’s) | Yang Tidak Boleh Dilakukan (Don’ts) |
|---|---|
| Rutin melakukan double cleansing setiap hari. | Memencet, menusuk, atau mencungkil milia sendiri di rumah. |
| Melakukan eksfoliasi dengan AHA/BHA 2-3 kali seminggu. | Menggunakan produk skincare yang berat dan menyumbat pori. |
| Menggunakan sunscreen setiap pagi tanpa kecuali. | Melewatkan eksfoliasi dalam rutinitas perawatan kulitmu. |
| Menggunakan produk yang mengandung retinol atau turunannya. | Mengabaikan kebersihan sprei, sarung bantal, dan handuk wajah. |
| Berkonsultasi dengan dokter kulit jika milia membandel. | Menyerah dan tidak konsisten dengan rutinitas skincare. |
Siap Ucapkan Selamat Tinggal pada Milia?

Milia memang bisa menjadi masalah kulit yang cukup membuat frustrasi karena sifatnya yang keras kepala. Namun, bukan berarti tidak bisa diatasi. Kuncinya terletak pada rutinitas perawatan kulit yang konsisten, terutama dalam hal menjaga kebersihan kulit, eksfoliasi, dan memberikan perlindungan dari sinar matahari.
Ingatlah untuk tidak pernah mencoba menghilangkannya secara paksa di rumah. Berikan waktu bagi produk skincare untuk bekerja dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan. Dengan pendekatan yang tepat, cara menghilangkan milia bukan lagi hal yang mustahil, dan kamu bisa mendapatkan kembali kulit yang lebih halus, bersih, dan cerah.
